Guru Informatika SMP Negeri 2 Pabelan menjelaskan bahwa penggunaan TTS ini adalah strategi untuk penguatan literasi digital. Tujuan utamanya adalah mengembalikan tingkat kefokusan. Membuat laporan dengan teknologi membutuhkan ketelitian tinggi. Dengan TTS ini, mereka dilatih kembali untuk fokus pada detail sebelum nantinya mereka mempraktikkan langsung menggunakan komputer.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi cara menanamkan karakter-karakter tabayyun dan kasih sayang. Dimulai dengan hati yang bersih melalui maaf-memaafkan, dan diakhiri dengan lingkungan yang bersih melalui gotong royong."
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan setiap tahun. Tidak hanya sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian sosial, kerja sama, dan semangat berbagi kepada sesama.
Antusiasme murid dalam mengikuti STS 2 terlihat sangat tinggi sejak hari pertama.
Sebanyak 55 peserta didik terpilih resmi dilantik menjadi Pramuka Penggalang tingkat Rakit (Kelas 8) dan tingkat Terap (Kelas 9).
beliau mengingatkan seluruh murid bahwa dengan berkibarnya bendera, maka murid juga harus mengibarkan semangat dan harapannya. Melalui kebiasaan –kebiasaan baik, seorang murid dapat membangun pondasi yang kuat bagi masa depan cerahnya.
Pemanfaatan Waktu Positif: Siswa didorong untuk memanfaatkan libur panjang dengan kegiatan bermanfaat seperti membantu orang tua, menekuni hobi yang produktif, atau mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan rumah masing-masing.
Ujian tidak hanya menjadi proses penilaian akademik, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Melalui PSAS berbasis Exambro, SMPN 2 Pabelan telah mengambil langkah maju dalam memperkuat nilai jujur di kalangan murid. Harapannya, kebiasaan baik ini akan terus tumbuh hingga menjadi bagian dari kepribadian murid dalam kehidupan sehari-hari.
PABELAN – Seluruh warga SMP Negeri 2 Pabelan hari ini, Jumat, 10 Oktober 2025, bergerak serentak melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD). Kegiatan yang diawali dengan apel pagi penuh makna ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Ridholina, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya peran siswa dalam mengatasi masalah sampah, terutama bahaya laten sampah plastik.