Guru Informatika SMP Negeri 2 Pabelan menjelaskan bahwa penggunaan TTS ini adalah strategi untuk penguatan literasi digital. Tujuan utamanya adalah mengembalikan tingkat kefokusan. Membuat laporan dengan teknologi membutuhkan ketelitian tinggi. Dengan TTS ini, mereka dilatih kembali untuk fokus pada detail sebelum nantinya mereka mempraktikkan langsung menggunakan komputer.
PABELAN – Memasuki hari kedua pembelajaran efektif setelah libur panjang Idulfitri, tantangan terbesar bagi guru adalah mengembalikan konsentrasi murid yang masih dalam suasana liburan. Hal unik terlihat di kelas IX SMP Negeri 2 Pabelan dalam mata pelajaran Informatika, di mana guru menggunakan metode kreatif untuk memulihkan kefokusan murid.
Bukan dengan ceramah panjang, guru Informatika kelas IX justru menghadirkan Teka-Teki Silang (TTS) Raksasa yang digambar langsung di papan tulis. Langkah ini diambil sebagai jembatan untuk memasuki materi Pemanfaatan Perkakas Teknologi untuk Membuat Laporan. Suasana kelas yang biasanya tenang mendadak riuh namun terkendali. Murid ditantang menyelesaikan istilah-istilah teknis dalam pembuatan laporan melalui TTS tersebut.
Aksi maju ke depan, murid tidak hanya menjawab dari bangku, tetapi berebut maju secara bergantian untuk menuliskan jawaban langsung di papan tulis. Uji kecermatan setiap kata yang dimasukkan harus presisi dengan jumlah kotak yang tersedia, melatih ketelitian yang menjadi kunci utama dalam bidang informatika. Meski terlihat seperti permainan, suasana "tegang" yang positif menyelimuti ruangan. Murid terlihat sangat cermat menghitung karakter huruf agar sesuai dengan kunci jawaban. Ada rasa bangga yang terpancar ketika seorang murid berhasil memecahkan teka-teki sulit tentang fitur-fitur perkakas laporan seperti Mail Merge, Table of Contents, atau Page Layout.
"Awalnya masih terasa malas karena baru masuk libur lebaran. Tapi begitu ada tantangan TTS di papan tulis, rasanya jadi tertantang untuk menjawab duluan. Harus teliti juga, kalau salah satu huruf saja, teman yang lain pasti langsung mengoreksi," ujar salah satu siswa kelas IX dengan semangat.
Guru Informatika SMP Negeri 2 Pabelan menjelaskan bahwa penggunaan TTS ini adalah strategi untuk penguatan literasi digital. Tujuan utamanya adalah mengembalikan tingkat kefokusan. Membuat laporan dengan teknologi membutuhkan ketelitian tinggi. Dengan TTS ini, mereka dilatih kembali untuk fokus pada detail sebelum nantinya mereka mempraktikkan langsung menggunakan komputer.
Metode ini terbukti ampuh. Setelah sesi TTS berakhir, tingkat partisipasi murid meningkat drastis. Murid - murid merasa lebih siap dan termotivasi untuk mengeksplorasi perkakas teknologi guna menyusun laporan yang rapi dan profesional. Melalui kreativitas sederhana ini, SMP Negeri 2 Pabelan membuktikan bahwa teknologi tidak selalu harus diajarkan dengan cara yang kaku, tetapi bisa dimulai dengan keseruan yang memicu adrenalin berpikir murid.
Oleh :
Titik Setyaningsih, S.Kom