Dalam rangka penguatan dan pemantapam implementasi Kurikulum Merdeka, Disdikbudpora Kab Semarang menyelenggarakan Seminar IKM kepada para Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah (waka) Kurikulum, dan Kertua Projek. Mereka terbagi pada dua sesia mulai hari Senin sd Jumat, 24 - 28 Oktober 2022 di SMPN 2 Ambarawa.
Pembinaan Kadisdikbudpora dan Sajian Materi Sekrearis Komisi D DPRD
Dalam rangka penguatan dan pemantapam implementasi Kurikulum Merdeka, Disdikbudpora Kab Semarang menyelenggarakan Seminar IKM kepada para Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah (waka) Kurikulum, dan Kertua Projek. Mereka terbagi pada dua sesia mulai hari Senin sd Jumat, 24 - 28 Oktober 2022 di SMPN 2 Ambarawa.
Kepala SMPN 2 Pabelan, Sigit Setyo Atmoko, S.Pd., M.Pd. mendapat waktu hari Selasa 25 Oktober 2022. Pembicara seminar ada tiga yaitu Pak Heri Kristantoro, Pak Dr. Pujiadi dari BBPMP dan Pak Joko Sriyono Sekretaris Komisi D DPRD Kab Semarang. Hadir pula pada kesempatan itu Kepala Disdikbudpora, Bapak Sukaton Purtomo Priyatmo, S.H., M.M. Beliau menekankan adanya kesiapan dan keseriusan dalam pelaksanaan kurikulum baru. Berbagai sarana perlu penyesuaian agar semua berjalan seperti yang diharapkan.
Sementara itu, Pak Heri Kristantoro yang dimoderatori Rahmatdoni (pengawas) menyajikan konsep dan contoh peneraan pembelajaran berdiferensiasi. Dr. Pujiadi menyampaiakan Rapor Pendidikan yang sekaligus terdapat rekomendasi yang harus diunduh dan dimanfaatkan sekolah secara aktif. Juga menyampaikan terkait Platform Rapor Pendidikan, Profil Pendidikan, dan Rapor Mutu Pendidikan. Penyaji dengan moderator Khabibah Ratnaningsih M.Pd. itu berlngsn menarik. Sementara itu, Pak Joko Sriyono dengan moderator Pak Asep lebih banyak mengajak diskusi kepada kepala sekolah terkait masalah seputar pelaksanaan kurikulum merdeka. Banyak pertanyaan yang terungkap dalam seminar sehari sampai jam 16.00 itu.
Dalam kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam tahun pertama implementasi itu, kita masih berbenah dan mencari format yang diinginkan. Berbagai permasalahan terdata dan terinventarisir agar dapat ditemukan solusi pada masa implementasi tahun berikutnya. Pak Katon juga aktif mendatangi sekolah untuk melihat seberapa jauh penerapam Kurikulum Merdeka dan berbagai masalah yang muncul dalam penerapannya.
SSA