Saat sore hari Kamis, tanggal 12 Desember 2022, di depan bangunan Perpustakaan SMPN 2 Pabelan, disitu banyak terjadi percakapan yang luar biasa untuk semangat membangun sebuah gedung perpustakaan yang telah lama diimpikan, karena gedung tersebut telah lama diusulkan perbaikan-perbaikan.
Tim Sarpras, Operator, Kepala Sekolah Berdiskusi Rencana Rehab Perpustakaan
Saat sore
hari Kamis, tanggal 12 Desember 2022, di depan bangunan Perpustakaan SMPN 2
Pabelan, disitu banyak terjadi percakapan yang luar biasa untuk semangat
membangun sebuah gedung perpustakaan yang telah lama diimpikan, karena gedung
tersebut telah lama diusulkan perbaikan-perbaikan. Perbincangan sore tersebut dipadegani oleh Bapak
Sigit Setyo Atmoko, S,Pd., M.Pd., Ali Fathoni dari sarpras dinas, ada
juga dari tim survey yang akrab diundang Pak Jhon. Selain mereka diundang datang
juga Bapak Dastono sebagai Wakasek II bidang sarpras dan kesiswaan, Ibu Ana Dewi dan Ibu Rofiah sebagai petugas
perpustakaan, pada akhir pembicaraan lewat jendela Dapodik Tahun 2022 akhirnya
terbaca Perpustakaan SMPN 2 Pabelan berhak mendapat Dana DAK Sebesar Rp
298.000.000,00 yang bangunan tersebut akan di kerjakan pemenang tender bangaunan
Perpustakaan SMPN 2 Pabelan, dan ini sungguh luar biasa 3 tahun menunggu adalah
sebuah penantian yang panjang.
Gambaran
umum mengenai sebuah perpustakaan di sekolah adalah sebuah bangunan kecil yang
terletak di antara bangunan-bangunan utama, yang tentu saja lebih besar atau
megah. Di dalam gedung kecil itu terdapat beberapa buku pelajaran yang akan
diambil siswa bila guru memerlukannya dalam proses belajar mengajar di kelas.
Sedikitnya jumlah dan keberagaman koleksi di perpustakaan sekolah membuat
tempat itu menjadi sepi pengunjung. Jangankan siswa, guru pun barangkali malas
untuk melangkahkan kakinya ke sana.
Sebenarnya
perpustakaan sekolah merupakan pusatnya ilmu pengetahuan dan informasi yang
sangat menunjang kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah, perpustakaan sekolah
harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu guru dan siswa untuk
mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Guna mencapai tujuan tersebut,
perpustakaan sekolah perlu mempersiapkan beberapa hal, di antaranya menyediakan
tempat yang nyaman, fasilitas dan tenaga pustakawan yang memadai, koleksi yang
berkualitas, serta serangkaian aktivitas layanan yang mendukung suasana pembelajaran
yang menarik.
Pada
dasarnya perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan untuk mem-backup setiap
mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Untuk itu, peran guru dalam memotivasi
siswa sangat diperlukan agar siswa dapat terus belajar mengembangkan ilmunya melalui
proses membaca di perpustakaan. Misalnya, dengan memberi tugas membaca di
perpustakaan, kemudian menceritakan kembali atau membuat laporan atas buku yang
telah dibaca. Di samping itu, dapat pula memanfaatkan ruangan perpustakaan
sebagai tempat pembelajaran, yang tentu saja harus dengan pendampingan guru
yang bersangkutan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah siswa
mampu menguasai sekaligus mengembangkan mata pelajaran yang diterimanya di
kelas.
Dengan
memaksimalkan perannya, diharapkan perpustakaan sekolah dapat mencetak siswa
untuk memiliki kebiasaan mencari ilmu di luar aktivitasnya di kelas. Dengan
demikian, mereka menjadi terbiasa membaca, memahami materi pelajaran,
mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta memungkinkan
pula untuk menghasilkan suatu karya bermutu. Pada akhirnya, prestasi pun
relatif mudah untuk menyertai kehidupannya.
Koleksi perpustakaan hendaknya lebih
diprioritaskan pada materi-materi yang sesuai dengan kebutuhan. Paling tidak, perpustakaan
sekolah berusaha menjadikan dirinya mampu memiliki beberapa fungsi, di
antaranya;
1.
Fungsi Informatif, sebagai tempat untuk menyampaikan berbagai
informasi, khususnya di lingkungan sekolah.
2. Fungsi Rekreatif, sebagai sarana rekreasi untuk meredakan ketegangan karena terlalu
sibuk belajar, atau untuk menyenangkan perasaan pembacanya.
3. Fungsi Estetika, sebagai wadah untuk memperhalus perasaan karena terbiasa membaca
rangkaian kalimat dengan bahasa yang indah.
4. Fungsi Intelektualitas, untuk meningkatkan
kecerdasan siswa dengan mempelajari beberapa materi keilmuan.
5. Fungsi Religius, untuk meningkatkan rasa keimanan
dan ketakwaan terhadap Allah Swt dengan memahami bacaan-bacaan bernuansa
keagamaan.
Mudah-mudahan
perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan
fungsi-fungsi di atas. Dengan demikian, secara tidak langsung kita telah
melaksanakan kewajiban sebagai Muslim dengan mencari ilmu. Hal ini sebagaimana
yang disampaikan dalam hadis “tolabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin wal muslimat,” yang
artinya “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Muslim laki-laki dan
perempuan.” Dari hadis tersebut terlihat jelas bahwa setiap manusia diharuskan
untuk berilmu. Bermacam cara dapat ditempuh dalam proses mencari ilmu. Salah
satunya adalah dengan membaca. Dengan membaca, wawasan dan ilmu pengetahuan
menjadi luas, serta segala informasi dapat terserap dengan baik.
Ana Dewi Yeni Astuti, S.M.
Operator Sekolah