ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN DALAM HIDUP

(Materi Pembinaan pada Upacara Bendera Hari Senin, 8 Agustus 2022)

Antonius Sapto Yunarso, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia)

Hidup itu penuh dengan misteri. Tak ada yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi, jangankan bulan atau tahun depan, satu jam mendatang bahkan waktu yang lebih cepat sekali pun. Manusia hanya bisa merencanakan yang terbaik dalam pandangannya. Namun, realitas dapat berkata lain.

            Harapan meraih kemerdekaan kita maklumi sudah ada pada bangsa Indonesia, terutama para pendahulu kita yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan pada masa silam. Akan tetapi, tidak ada yang tahu kapan bahgsa Indonesia merdeka. Tidak ada pula yang menyangka kalau bangsa Indonesia akan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

            Meskipun demikian harapan akan bisa meraih kemerdekaan selalu menggelora di dada para pemuda Indonesia kala itu. Dengan upaya-upaya menimba ilmu dan pengetahuan,aktif berorganisasi, meminta pertimbangan dan masukan dari para simpatisan di luar negeri, dan cara-cara positif dan progresif lainnya, para pejuang terus berusaha dan berdoa agar harapan mereka kelak bisa menjadi kenyataan. Nah, pada bulan Agustus yang kita kenali sebagai bulan kemerdekaan ini, upaya-upaya para pendahulu kita itu patut kita kenang dan kita renungkan.

            Pada hari ini, 8 Agustus, 77 tahun yang lalu, ada dua peristiwa penting yang secara tidak langsung terkait dengan peta jalan (road map) menuju kemerdekaan negara kita. Peristiwa pertama yaitu kekalahan telak Jepang pada 8 Agustus 1945 oleh Pasukan Uni Soviet atau Rusia.Saatitu, Rusia yang dipimpin oleh Stalin adalah salah satu anggota blok Sekutu(bersama AS, Inggris, Perancis , dan China) telah mengumumkan dan menyatakan perang terhadap Jepang (yang merupakan anggota blok Poros bersama Jerman dan Italia). Sebelumnya, Uni Soviet dan Jepang  telah menandatangani perjanjian non-agresi.

            Namun, setelah Sekutu (tentara AU AS) mengebom Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Jepang pun bersiap untuk menyerah.Kemudian disusul pengeboman di kota Nagasaki, pada 9 Agustus 1945, Kaisar Hirohito (Showa) menyatakan menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu pada 14 Agustus 1945. Sebagaimana kita ketahui, Jepang menjajah Indonesia sejak tahun 1942 setelah berhasil mengalahkan dan melucuti tentara Belanda di Indonesia. Dan, Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun.

            Peristiwa penting yang kedua adalah peristiwa tegang menuju Vietnam. Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat oleh pemerintah militer Dai Nippon atau Jepang dianggap sebagai tiga tokoh penting serta berpengaruh bagi rakyat Indonesia.Ketiganya juga merupakan personil utama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Misi menegangkan ke Vietnam dimulai pada 8 Agustus 1945 jelang tengah malam.Perjumpaan dengan pimpinan militer tertinggi Jepang untuk kawasan Asia Tenggara itupun terjadi pada 12 Agustus 1945.Marsekal Terauchi membeberkan alasan mengapa memanggil Soekarno, Hatta, dan Radjiman ke Dalat. Kepada Bung Karno dan kawan-kawan,Marsekal Terauchi, mengatakan indonesia harus segera bersiap-siap merdeka, dan itu menjadi tugas Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman, serta anggota PPKI untuk mempersiapkannya.

            “Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” janji Marsekal Terauchi. Menurutnya, perlu waktu untuk melakukan berbagai persiapan sebelum proklamasi kemerdekaan diwujudkan.Kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Jepang seperti yang dijanjikan Marsekal Terauchi serta sempat diterima dengan senang hati oleh Bung Karno dan kawan-kawan.

Belajar dari pengalaman di atas, dalam hidup ini kita boleh berharap atau bermimpi tentang sesuatu yang bagus. Namun, harapan atau mimpi iu harus dicapai dengan kerja keras dan doa. Ada pepatah mengatakan Ora et Labora, yang artinya berdoa dan bekerja. Jadi, marilah kita berharap atau bercita-cita setinggi langit tetapi harus ingat bumi tempat berpijak. Belajar, bekerja, dan berkaryalah selalu agar kelak cita-cita kalian bisa menjadi kenyataan.


Oleh: Antonius Sapto Yunarso, S.Pd.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

AGENDA
LINK TERKAIT