Kamis, 6 Oktober 2022 Petugas APJ PLN Salatiga melakukan kegiatan pemeliharaan jaringan kabel yang melintasi kawasan SMP Negeri 2 Pabelan. Upaya tersebut rutin dilakukan perusahaaan plat merah untuk mengantisipasi musim hujan yang sudah mulai tiba. Ranting, batang, dan daun pohon di sekitar lintasan kabel perlu dipangkas agar nanti saat musim hujan benar-benar datang tidak akan menyebabkan konsleting listrik bertegangan tinggi.
PETUGAS PLN MEMANGKAS RANTING POHON
Kamis, 6 Oktober 2022 Petugas APJ PLN Salatiga melakukan kegiatan pemeliharaan jaringan kabel yang melintasi kawasan SMP Negeri 2 Pabelan. Upaya tersebut rutin dilakukan perusahaaan plat merah untuk mengantisipasi musim hujan yang sudah mulai tiba. Ranting, batang, dan daun pohon di sekitar lintasan kabel perlu dipangkas agar nanti saat musim hujan benar-benar datang tidak akan menyebabkan konsleting listrik bertegangan tinggi.
Hari ini tampak sebuah mobil khas biru putih dengan peralatan di atas mobil memasuki kawasan sekolah yang hijau itu. Tulisan sangat jelas bahwa itu adalah mobil PLN yang sudah bisa ditebak apa yang akan mereka lakukan. Tak menunggu lama mobil parkir di halaman masjid Al Falah dan keluarlah tiga personil seorang wanita dan dua laki-laki. Mereka adalah Pak Dwi Riyono, Pak Ari Muryanto, dan Mbak Dini Andriyani. Kedua petugas PLN pria itu tampak tak asing bagi Kepala Sekolah, Sigit Setyo Atmoko, S.Pd., M.Pd. Terutama Pak Ari yang rumahnya Glawan, depan sekolah. Saling sapa mereka. Namun, untuk satu petugas wanita baru ia ketahui kali ini.
Usut punya usut dia adalah siswa kelas 13 SMK Negeri 3 Salatiga yang berkampus di daerah Kalibening. Dia mengambil jurusan Mekatronika yang membutuhkan waktu studi 4 tahun untuk menyelesaikannya. Rupanya doa sedang magang atau Praktik Kerja Lapangan selama 6 bulan di sana. Lulusan SMPN 1 Pabelan itu berasal dari Desa Giling Kecamatan Pabelan.
Mereka bekerja dengan tangkas memangkas atau memotong ranting tanaman di sekitar halaman taman depan lobi sekolah. Setidaknya mereka merapikan tanaman ketepeng, karet kebo, dan lainnya. Beberapa saat pekerjaan selesai. Dipersilakan mereka istirahat oleh kepala sekolah sambil menikmati sajian kopi panas request mereka. Entah Mbak Dini juga ngopi atau tidak karena kepala sekolah segera beraktivitas lain. Dengan kolaborasi seertiini akan terjalin hubungan harmonis antarinstansi. Selain jaringan aman menyuplai aliran setrum, sekolah juga tidak perlu khawatir dalam beraktitas dengan ratus siswa dan pegawai di sekitarnya. Terima kasih PLN.