Pabelan, 22 Agustus 2023, Tim Monev BSM Disdikbdpora yang terdiri dari staf Kursis SMP dan Pengawas Satuan Pendidikan SMP melakukan monev BSM di SMP Negeri 2 Pabelan. Mereka adalah Karyani, S.Pd. dari Kursis SMP dan Rahmad Doni Wiryatmo, S.Pd., M.Pd
Monitoring BSM 2023 oleh Disdikbudpora
Pabelan, 22 Agustus 2023, Tim Monev BSM Disdikbdpora yang terdiri dari staf Kursis SMP dan Pengawas Satuan Pendidikan SMP melakukan monev BSM di SMP Negeri 2 Pabelan. Mereka adalah Karyani, S.Pd. dari Kursis SMP dan Rahmad Doni Wiryatmo, S.Pd., M.Pd. Pengawas Pembina di Gridupa Prigel.
Melalui staf TU Paiman, yang sekaligus Petugas Tu urusan BSM, PIP, PKH, dan beasiswa siswa lain mengabarkan kepada kepala sekolah bahwa ada tamu dinas terkait kegiatan BSM. Saat itu kepala sekolah sedang mengkoordinasikan beberapa kegiatan sekolah bersama wakil kepala sekolah di ruang guru. Bergegas kepala sekolah, Sigit Setyo Atmoko, S.Pd., M.Pd. menemui dua tamunya itu di rauang kerjanya. Tampak tak asing mereka bercengkerama dan saling tegur tanda persahabatan. Beberapa saat kemudian, Pengawas menyampaikan maksud kedatangan berdua.
Sesuatu yang biasa bahwa kegiatan peyerahan Bantuan Beasiswa Miskin (BSM) yang beberapa minggu lalu dilakukan kini dimontoring dan evaluasi secara formal oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan kepemudaan dan Olahraga melalui Staf Kurikulum dan Kesiswaan SMP. Termasuk kali ini SMP 2 Pabelan di Jembrak itu.
Ada dua lembar instrumen yang diserahkan Pak Doni selaku pengawas. Segera diisi oleh Paiman selaku petugas dibantu staf lain. Kemudian Pak Man panggilan akrabnya menyajikan dan menjawab pertanyaan berdasarkan instrumen. Data-data terkait penyerahan BSM oleh Kepala Sekolah kepada peserta didik disaksikan orang tua atau wali murid berjalan lancar. Beberapa masukan dan simpulan bahwa dana BSM sudah sesuai petunjuk dalam penggunaan. Tidak ada dana yang dikelola sekolah. Artinya semua dana diserahkan kepa siswa atau orang tua. Namun, perlu ditindaklanjuti agar orang tua atau siswa juga menunjukkan bukti bahwa dana yang diterima digunakan untuk keperluan sekolah siswa seperti membeli alat tulis sekolah, buku, sepatu, tas, dan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan. Dengan demikian hal itu akan meringankan biaya pendidikan para siswa. Hal ini pun juga termasuk dalam sasran dan kriteria penerima dari kalngan siswa yang keluarga berasal dari yang sangat membutuhkan, bahkan yatim maupun piatu.
Setelah dirasakan cukup, proses administrasi diselesaikan dengan rampungnya pengisian instrumen, pengesahan, dan penggandaan. Hal itu memang menjadi pesan yang harus dilakukan para staf Tata Usaha bahwa setiap monev, sekolah harus mempunyai arsip dan disimpan dalam file dokumen laporan kegiatan. Tak terkecuali monev BSM. Dalam eempatan itu, Karyani, S.Pd. juga berpesan agar dokumen semua harus dibendel dan dijadikan satu agar saat pihak eksternal seperti BPK melakukan sidak, kita sudah tinggal ambil dokumen lengkap dengan foto kegiatan.
SSA