beliau mengingatkan seluruh murid bahwa dengan berkibarnya bendera, maka murid juga harus mengibarkan semangat dan harapannya. Melalui kebiasaan –kebiasaan baik, seorang murid dapat membangun pondasi yang kuat bagi masa depan cerahnya.
PABELAN, KABUPATEN SEMARANG — Upacara bendera di
SMP Negeri 2 Pabelan pada Senin (26/01/2026) berlangsung dalam suasana
khidmat. Ibu Ainun, selaku guru
PAIBP; hadir sebagai pembina upacara dan memberikan amanat yang menggagas perihal
karakter murid. Dalam amanatnya, beliau menggiring pemikiran murid melalui
filosofi pensil yang dianalogikan dengan kehidupan para murid.
Dalam amanatnya, Ibu Ainun
menyampaikan betapa pentingnya bagi seorang untuk terus melakukan penajaman
diri. Layaknya pensil yang terus menerus memerlukan proses peruncingan agar
dapat bermanfaat sebagaimana mestinya, begitupun dengan diri manusia; membutuhkan proses penajaman
berulang- ulang agar mencapai tujuan yang diharapkan dan dapat membawa kebaikan
sekalipun terasa menyakitkan dan menyedihkan. Tentunya, kebaikan yang seyogyanya
mencapai destinasinya. Kebaikan tersebut tidak hanya mendatangkan kebaikan bagi
diri sendiri, melainkan kebaikan bagi seluruh pihak yang mengesampingkan
keuntungan pribadi; yakni berfungsi untuk kemaslahatan umum.
Sedikit berbeda dari
upacara bendera sebelum- sebelumnya, pembacaan Janji Siswa yang digantikan
dengan Ikrar Pelajar Pancasila menjadi salah satu pembeda upacara hari itu. Merinci
amanatnya, Beliau secara spesifik menyebutkan beberapa hal dalam diri murid
yang perlu ditajamkan, diantaranya adalah fisik, otak dan jiwa. Seorang murid
perlu untuk menjaga kesehatan fisiknya yaitu dengan menjaga asupan makan dan
minum yang masuk dalam tubuh. Tubuh yang tidak terjaga kesehatannya, tentunya
akan berkurang fungsinya. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas kinerja otak,
maka murid harus belajar sungguh- sungguh sebagaimana terukir dalam Janji Siswa
dan Ikrar Pelajar Indonesia. Seorang murid perlu berlatih mengembangkan cara
berpikir dan mengembangkan daya literasinya.
Lain halnya dengan jiwa.
Jiwa memiliki cara tersendiri dalam proses pengasahannya. Membangun hubungan
kedekatan terhadap Tuhan merupakan cara efektif yang dapat dilakukan melalui
berbagai kegiatan ibadah. Hal ini selaras dengan program yang telah dicanangkan
oleh pemerintah melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Selain itu, perlu
juga untuk menjalin hubungan horizontal kepada sesama manusia lewat sikap respect, saling menyayangi dan jujur.
Sebagai
penutup, beliau mengingatkan seluruh murid bahwa dengan berkibarnya bendera,
maka murid juga harus mengibarkan semangat dan harapannya. Melalui kebiasaan
–kebiasaan baik, seorang murid dapat membangun pondasi yang kuat bagi masa
depan cerahnya. Murid perlu untuk menggali dan mengembangkan potensi yang
dimilikinya dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di sekolah
secara maksimal. Beliau juga mengingatkan agar murid senantiasa memanfaatkan
waktu sebaik mungkin untuk berbagai aktivitas positif. Sekolah bukanlah tempat
untuk menunggu waktu berlalu, namun tempat untuk membentuk masa depan
mereka.
.
"Ainun Jariyah,
M.Pd.”