Jumat, 26 Mei 2023 usai sudah ruang pengganti koperasi siswa SMP Negeri 2 Pabelan atau Gridupa. Kegiatan itu dilaksanakan secara sederhana dalam bentuk syukuran atas selesainya pembangunan dan akan dimulainya usaha di tempat yang baru. Beberapa tukang bersama guru dan pegawai bersama kenduri di sana. Sementara guru yang masih mengajar tetap melaksanakan tugas. Mereka juga disiapkan nasi klubanan yang koordinasi petugas koperasi Sri Sumarni, AMd dan Latifah Nurul Aini, S.Pd. dibantu Ana Dewi YA,
Pengembangan Koperasi dan Kantin Sekolah Wujud Kewirausahaan
Jumat, 26 Mei 2023 usai sudah ruang pengganti
koperasi siswa SMP Negeri 2 Pabelan atau Gridupa. Kegiatan itu dilaksanakan
secara sederhana dalam bentuk syukuran atas selesainya pembangunan dan akan
dimulainya usaha di tempat yang baru. Beberapa tukang bersama guru dan pegawai
bersama kenduri di sana. Sementara
guru yang masih mengajar tetap melaksanakan tugas. Mereka juga disiapkan nasi klubanan yang koordinasi petugas
koperasi Sri Sumarni, AMd dan Latifah Nurul Aini, S.Pd. dibantu Ana Dewi YA,
S.M. dan kawan-kawan.
Dibuka kepala sekolah, Sigit Setyo Atmoko,
S.Pd., M.Pd. dengan memberikan pengantar sejenak dan dilanjutkan doa yang
dipimpin Ustadz Bibit Subandrio, S.Pd. Dilanjutkan makan bersama menu sederhana
ala Jawa. Beberapa tukang pun sebagai pelaksanakan pengadaan dan kegiatan di
bawah komando Dastono, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras.
Para tukang pun melanjutkan pekerjaaannya. Salah satunya adalah tukang las yang
memasang pintu besi pesanan sekolah.
Upaya ini merupakan salah satu bentuk nyata
kompetensi kewirausahaan kepala sekolah. Melihat, memahami, dan mencermati,
pengembangan koperasi sekolah sangat perlu diberi porsi dan konsentrasi khusus
dan etap melihat skala prioritas. Agar ia dapat mendukung kegiatan sekolah terutama
dalam layanan kebutuhan peserta didik dan guru pegawai. Kenapa demikian, karena
sejak kepala sekolah berjenggot ini datang di sekolah kantin dan koperasi masih
sangat memprihatinkan. Bagaimana ia bisa menyejahterakan. Tambah lagi, saat
rombongan anggota dewan berkunjung, sempat terlontar bahwa kantin kok dengan
kandang ayam masih bagus kandang ayamnya. Tentu baginya lontaran itu bukanlah penghinaan.
Kepala sekolah memaknai sebagai kritikan membangun dan perlu ditindaklanjutil
Perlu disadari bahwa dalam kompetensi
kewirausahaan, dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengembang kewirausahaan,
seorang kepala sekolah harus memenuhi kriteria kompetensi sebagai gerikut:
Selain itu, tugas Kepala
Sekolah dalam Pengembangan Kewirausahaan
menurut
Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah,
pada pasal 15 ayat 1 disebutkan bahwa beban kerja kepala sekolah adalah untuk
melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta
supervisi guru dan tenaga kependidikan (GTK). Pada ayat 2 disebutkan beban
kerja kepala sekolah bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu
sekolah sesuai 8 (delapan) standar nasional pendidikan, termasuk mengembangkan
sumber daya koperasi sekolah dan kantin sekolah.
Naluri
(jiwa) kewirausahaan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan sekolah dengan
lebih optimal sehingga dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang
terjadi dan bermuara kepada peningkatan kesejahteraan dan kualitas sekolah
yang dipimpinnya. Selain itu, jiwa kewirausahaan yang kuat yang dimiliki oleh
kepala sekolah sangat bermanfaat bagi pelaksanaan kegiatan manajemen yang lain.
Tentu tak bergerak sendiri, kepala sekolah perlu memberdayakan guru dan pegawai
untuk terlibat dalam mewujudkan mimpi itu.
Tak
butuh waktu lama, upaya persiapan dilakukan agar sumber daya potensial ini
dapat benar-benar berkembang. Dengan pengalaman dan hasil studi banding di
sekolah lain, dan didukung tenaga handal potesial, usaha pengembangan
dilakukan. Didukung sarana prasarana sekolah dan ide masukan beberapa teman
guru pegawai, koperasi dan kantin sudah jauh berbeda. Jika dibandingkan dengan
saat beberapa waktu.
Hal
itu dapat dilihat dari indikator aktivitas transakasi, laporan harian mingguan
bahkan bulaan yang semakin berkembang. Juga perkembangan aset seperti
penambahan asset berupa jumlah dan varian dagangan, aset lemari pendingin yang
sebelumnya belum dipunyai, kipas angit, pembelian kursi kerja, etalase
dagangan, dan pemberian insentif petugas yang kini semakin baik. Kesemuanya itu
berasal dari usaha dan pengembangan usaha koperasi siswa yang dilakukan petugas
dibantu para siswa.
Walaupun
begitu, koperasi menyadari bahwa usaha sekolah di aspek kantin yang disewakan
harus tetap berjalan. Kantin yang dulu dikatakan seperti kandang ayam kini
telah berubah lebih representatiif dan bersih. Empat kios kantin yang ada kini
telah tersewa. Ada penyewa dari luar dan juga penyewa dari keluarga guru dan pegawai.
Namun, manajemennya di bawah kehumasan. Mencermati hal itu, diputuskan bahwa
koperasi siswa digeser ke sebelah timur untuk mengurangi konsentrasi peserta
didik di area kantin sekolah. Memang, spesifikasi barang yang dijual berbeda,
tetapi ini langkah agar kantin juga mempunyai kesempatan yang sama memperoleh
layanan dari sekolah.
Mudah-mudahan, upaya pegembangan koerasi dan kantin dapat bermanfaat membawa kemaslahatan wrga sekolah dengasn cara yang secara regulasi benar dan menyejahterakan.
Sigit Setyo Atmoko
Kepala Sekolah