Kembul Bujana Snack Lebaran dan Salaman Hangat SMP N 2 Pabelan

"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi cara menanamkan karakter-karakter tabayyun dan kasih sayang. Dimulai dengan hati yang bersih melalui maaf-memaafkan, dan diakhiri dengan lingkungan yang bersih melalui gotong royong."


Pabelan
 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti lingkungan SMP Negeri 2 Pabelan pada hari pertama masuk sekolah pasca-libur Idulfitri. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk melaksanakan rangkaian kegiatan halalbihalal yang dirancang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengawali semangat belajar yang baru.

 

Awali Hari dengan Apel Pagi dan Mushafahah

Kegiatan dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan pelaksanaan apel pagi di halaman utama sekolah. Dalam amanatnya, Kepala SMPN 2 Pabelan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta pesan agar semangat disiplin selama bulan Ramadan tetap terjaga dalam kegiatan belajar mengajar.

Puncak kekhusyukan apel pagi ditandai dengan tradisi mushafahah atau bersalam-salaman. Secara tertib, seluruh murid berbaris rapi untuk bersalaman dengan bapak/ibu guru serta staf pegawai. Suasana haru dan ceria bercampur aduk saat permohonan maaf tulus terucap, dilanjutkan dengan bersalam-salaman antar sesama murid sebagai simbol saling memaafkan dan membersihkan hati.

 

Kehangatan dalam "Kembul Bujana" Snack Lebaran

Setelah jeda istirahat, keceriaan berlanjut di dalam kelas masing-masing. Berbeda dari hari biasanya, para murid membawa bekal berupa snack khas Lebaran dari rumah untuk dinikmati bersama.

Tradisi makan bersama atau sering disebut kembul bujana ini menjadi momen literasi budaya yang menarik. Murid saling berbagi kue kering, keripik, hingga penganan tradisional, sembari bercerita tentang pengalaman mudik atau momen unik selama liburan. Kegiatan ini terbukti efektif mencairkan suasana dan membangun kembali kedekatan emosional antar teman sekelas setelah lama tidak berjumpa.

 

Menutup Hari dengan Kebersihan Lingkungan

Sebagai bentuk tanggung jawab dan penerapan adab menjaga kebersihan (part of faith), rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan aksi Kebersihan Lingkungan Kelas.

Dipandu oleh wali kelas, para murid bergotong-royong membersihkan debu, menata meja-kursi, serta memastikan laci dan area sekitar kelas bebas dari sampah sisa makanan. Aksi ini bertujuan agar ruang belajar kembali nyaman dan higienis untuk memulai pembelajaran efektif di hari berikutnya.



~muhamad rois~

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

AGENDA
LINK TERKAIT