Seorang peserta didik terlahir dengan kodrat alam dan kodrat zaman mereka. Tanggung jawab utama guru adalah menuntun mereka sesuai dengan kodratnya masing- masing.
Desiminasi Pemahaman Budaya Positif
Karakter
menjadi sorotan utama atas generasi negeri ini. Dalam perkembangannya, Kemendikbudristek
menelurkan suatu kurikulum yang kemudian dikenal dengan Kurikulum Merdeka.
Melalui kurikulum ini, diharapkan para peserta didik tampil sebagai generasi
yang menjiwai butir- butir sila dalam Pancasila. Sila- sila ini kemudian
menjadi inspirasi terbentuknya dimensi- dimensi dalam Profil Pelajar Pancasila.
Perlu kita sadari bahwasanya dimensi- dimensi tersebut memuat berbagai nilai-
nilai kebajikan yang juga diakui secara Universal.
Seorang
peserta didik terlahir dengan kodrat alam dan kodrat zaman mereka. Tanggung
jawab utama guru adalah menuntun mereka sesuai dengan kodratnya masing- masing.
Di tengah perjalanan pendidikan, didapati pergeseran karakter yang cukup
signifikan pada peserta didik. Sebagai seorang pendidik, tentunya kita perlu
menebalkan garis- garis samar kodrat mereka sembari menghilangkan berbagai
gangguan yang akan menghambat terwujudnya penguatan karakter yang positif.
Dalam rangka
penguatan karakter peserta didik, diperlukan perwujudan disiplin positif yang pada
penghujungnya akan mampu membentuk budaya positif. Agar harapan tersebut dapat menjadi nyata,
maka seorang pendidik perlu memahami berbagai hal terkait dengan budaya positif
ini. Kegiatan penyebaran pemahaman yang memaparkan materi- materi berupa
motivasi perilaku, teori kontrol, keyakinan kelas, posisi kontrol, kebutuhan
dasar manusia , hukuman-konsekuensi-restitusi, serta segitiga restitusi menjadi
langkah awal yang akan mengubah cara pandang dan cara bertindak guru terhadap
peserta didiknya dalam rangka menuntun karakter mereka.
Sebagai
teladan, motivator dan pamong, seorang guru hendaknya tampil dengan tindakan yang
menunjukkan keberpihakannya pada peserta didik. Kesalahan ataupun pelanggaran yang dilakukan
oleh peserta didik, bukanlah sebuah alasan yang dibenarkan untuk dapat
memberikan mereka suatu hukuman. Namun, seorang pendidik harus mampu membimbing
mereka untuk dapat menstabilkan identitas diri mereka, memvalidasi tindakan dan
menanyakan keyakinan mereka. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik mampu
menemukan solusi atas permasalahannya sendiri dengan pendampingan dari gurunya.
Untuk itulah, memahami teori- teori dan praktik baik budaya positif akan
membantu guru dalam mewujudkan disiplin positif peserta didik.
Oleh : Ainun
Jariyah, S.PdI.