Hari KORPRI (29 November). Kita bisa merajut makna ketiga peringatan hari-hari penting tersebut dengan peran strategis PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) di sekolah.
Guru dan Karyawan yang mendapatkan piagam penghargaan
Bulan November marak dengan hari-hari nasional, antara lain: Hari Pahlawan (10 November), Hari Guru Nasional (25 November), dan Hari KORPRI (29 November). Kita bisa merajut makna ketiga peringatan hari-hari penting tersebut dengan peran strategis PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) di sekolah. Seberapa besar manfaat pengaitan kedua hal tersebut? Mari kita dalami pembahasan masalahnya berikut ini.
Dikutip dari situs resmi Kemensos, tema besar Hari Pahlawan 2023 adalah "Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan". Tema ini diusung agar para generasi sekarang dapat memaknai semangat para pahlawan dalam konteks hari ini dan masa depan. Seyogianya masyarakat Indonesia juga harus memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk membangun negeri sesuai dengan potensi dan profesi masing-masing.
Sementara, berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Nomor 36927/MPK.A/TU.02.03/2023, tema Hari Guru Nasional 2023 adalah “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Tema ini mengajak seluruh insan pendidikan untuk bergerak bersama dalam merayakan kemerdekaan belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. masyarakat diharapkan dapat meningkatkan apresiasi dan penghargaan terhadap para guru yang telah berjuang dan berdedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam pada itu, melansir laman resmi Kemendikbudristek RI, peringatan HUT ke-52 KORPRI 2023 mengusung tema “KORPRIKAN INDONESIA”. Tema tersebut mengandung harapan agar anggota KORPRI lebih bersemangat dalam bekerja dan berkontribusi melayani kepentingan publik dan mewujudkan fungsinya sebagai perekat persatuan bangsa sehingga mewarnai proses pembangunan nasional. Terkait tujuan HUT ke-52 KORPRI pada 29 November 2023 adalah:
Peran strategis PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) di sekolah dalam proses pendidikan adalah melakukan upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Sampai dengan saat ini peran pendidik dalam masyarakat Indonesia dan dimensi pendidikan masih tetap dominan meskipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang begitu cepat. Begitu pun dengan tenaga kependidikan. Ketika layanan pendidik akan berhadapan langsung dengan para peserta didik, pendidik memerlukan dukungan praktis dari para tenaga kependidikan sehingga pendidik bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Lalu, apa benang merah antara makna peringatan Hari Pahlawan, Hari Guru Nasional, dan Hari KORPRI dengan Peran Strategis PTK di sekolah? Bagaimana kita merajutnya?
Persamaan substansi makna peringatan Hari Pahlawan, Hari Guru Nasional, dan Hari KORPRI adalah tumbuh dan berkembangnya semangat heroik bangsa Indonesia, khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara) yang meliputi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), teristimewa Guru untuk memajukan bangsanya dengan cara meningkatkan keaktifan, kreativitas, produktivitas, dan etos kinerja di lingkungan masing-masing. Peringatan ketiga hari nasional itu diharapkan bisa dipahami sebagai sarana untuk memotivasi dan menginspirasi PTK di mana pun berada di bumi Indonesia, terfokus di sekolah-sekolah sebagai tempat pesemaian talenta dan minat peserta didik atau siswa sebagai anak-anak bangsa. Demi mewujudkan terjapainya visi, misi, dan tujuan sekolah.
Agar tujuan sekolah yang lahir atau dibuat dari keinginan bersama dan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa maka PTK harus melakukan tugasnya secara baik, efektif, dan efisien pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang dilakukan seluruh PTK yang harus berupaya dengan sangat serius sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing demi tercapainya peningkatan mutu pelayanan siswa di sekolah.
Selamat Hari Pahlawan, Hari Guru Nasional, dan Hari KORPRI untuk PTK di sekolah-sekolah Indonesia.
Oleh: Antonius Sapto Yunarso, S.Pd.