Revolusi mental
Bambang Sudewo, S.Pd ( Guru PKn) SMPN 2 PABELAN
Memperhatikan situasi dan kondisi bangsa saat ini salah satu program prioritas pemerintah kabinet Jokowi adalah revolusi mental. Revolusi mental yang perlu digali dan terus dikembangkan lagi yaitu pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter bangsa harus menjadi arus utama pembangunan nasional,hal ini tercermin dari misi pembangunan nasional yang memosisisikan pendidikan karakter bangsa sebagai misi yang pertama dari delapan misi pembangunan. Pembangunan karakter bangsa merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat, sekolah dan orang tua.
Pembangunan nasional yang selama ini dilaksanakan telah menunjukkan kemajuan berbagai bidang namun demikian masih ada beberapa masalah dan tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan, termasuk kondisi karakter bangsa yang akhir-akhir ini mengalami kemrosotan. Di dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat kemrosotan moral, pergaulan bebas dan pornografi, korupsi, perkelahian antar pelajar, konflik komunal,dll. Masih hangat dalam ingatan kita , ada parpol yang mengkampanyekan anti korupsi ternyata beberapa pemeran iklan itu malah terkena kasus korupsi, kata-kata kotor dan hujatan lewat media sosial dianggab biasa,tawuran pelajar menjadi pandangan sehari-hari , Ini menunjukkan nilai karakter bangsa kita yang masih sangat rendah. Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai bentuk lewat pelatihan, workshop,slogan-slogan,dan iklan-iklan hingga saat ini belum terlaksana dengan optimal. Oleh karena itu sekolah sebagai salah satu tempat membentuk watak sikap dan perilaku siswa sangatlah tepat untuk membentuk karakter bangsa yaitu melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Sebenarnya apakah yang dimaksud Pendidikan karakter bangsa ? Pendidikan Karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik buruk.
Pendidikan karakter berkaitan dengan Pembangunan Karakter Bangsa yaitu sebagai upaya kolektif sistematik untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dasar dan idiologi, konstitusi serta potensi kolektif dalam kehidupan nasional, regional dan global yang berkeadaban bangsa yang tangguh, kompetetif, berakhlak mulia, bermoral, toleran, bergotong royong, patriotik berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) merupakan mata pelajaran yang memfocuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya memberikan pengetahuan namun yang utama adalah menanamkan sikap watak perilaku dalam bemasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan karakter bangsa ditanamkan dengan menggunakan pendekatan proses belajar peserta didik belajar aktif dan berpusat pada anak. Melalui mata pelajaran PKn pendidikan karakter lebih mudah dilaksanakan karena disini nilai-nilai karakter bangsa tidak diajarkan akan tetapi dikembangkan. Pembelajaran yang dilaksanakan secara Aktif, Kreatif, Efektif dan menyenangkan . Melalui pelajaran PKn siswa dididik untuk bagaimana bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehar-hari di lingkungan keluarga,sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Guru PKn dituntut untuk selalu kreatif dalam mengajar,menggunakan berbagai metode dan pendekatan yang tepat sehingga harapan penanaman nilai-nilai betul-betul merasuk pada diri siswa dan dijadikan pedoman dalam bertingkah laku sehari-hari. Penanaman nilai-nilai tidak hanya berupa teori-teori saja namun juga praktek dan teladan dalam kehidupan nyata.Bagaimana siswa dilatih kejujuran pada saat ulangan,sikap peduli sosial, peduli lingkungan ,sikap nasionalisme dan patriotisme, melaksanakan norma dll.
Jadi dapat disimpulkan Pendidikan karakter yang merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, sekolah dan orang tua, sekolah khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki posisi yang strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. Dengan berbagai macam metode, pendekatan dan strategi pembelajaran di kelas nilai-nilai itu ditanamkan sehingga pada akhirnya terbentuklah sikap siswa sesuai dengan karakter bangsa yang diharapkan dan keberhasilan pembangunan nantinya tidak hanya berupa pembangunan fisik saja tapi juga sikap mental manusiannya.
Penulis :
Bambang Sudewo,S.Pd
DAFTAR PUSTAKA :
Kemendikbud (2010) Bahan worshop, Pendidikan Karakter, Jakarta,Depdiknas
Depdiknas(2005) materi Pelatihan Terintegrasi Pkn, Jakarta Depdiknas
UNES (2009) Materi Pendidikan dan Latihan Guru (PLPG) Sertifikasi Guru dalam Jabatan , Semarang,UNES
Depdiknas (2002) Pedoman Pembangunan Karakter Bangsa di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Jakarta.
DATA PRIBADI :
Nama : Bambang Sudewo,S.Pd
Tempat /tgl lahir : Purwakarta,12 Juli 1967
Alamat rumah : Jl. Pramuka 63 Rt 08/Rw V SALATIGA
Nomor Telp : 08562731504
No Rekening : BRI, 0327.01-003764-53-4
E-mail : bambangsudewo15@gmail.com