Projek (2) Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema: Kearifan Lokal berlangsung sejak hari Senin, 23 Oktober 2023 sampai dengan Rabu, 1 November 2023.
Proses pembuatan keranjang
SMPN 2 Pabelan. Projek (2) Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema: Kearifan Lokal berlangsung sejak hari Senin, 23 Oktober 2023 sampai dengan Rabu, 1 November 2023. Kegiatan yang diketuai oleh ibu Eko Pratiwi, S.Pd. yang dalam kesehariannya mengajarkan mata pelajaran Prakarya ini melibatkan semua guru. semua siswa Kelas VII, dan sebagian pegawai sekolah.
Secara umum, tempat yang digunakan untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan dalam Projek 2 P5 Kelas VII adalah ruang-ruang kelas. Hanya ada dua kegiatan yang menggunakan Ruang Keterampilan atau Aula, yakni: kegiatan Pembukaan dan Penutupan, yang diawali dengan penyajian makanan dan minuman tradisional di wadah yang dibuat dari anyaman bambu pada hari terakhir itu.
Dalam laporan pembukaannya, Ketua Tim Pelaksana Projek 2, ibu Eko Pratiwi, S.Pd. menginformasikan bahwa kegiatan utama dalam Projek 2 P5 kali ini adalah aneka besek dan keranjang ikan dari irat bambu. Kegiatan pembuatan besek dan keranjang ikan ini banyak dijumpai di desa-desa sekitar sekolah. “Itulah sebabnya, pembuatan besek dan keranjang ikan kita pilih sesuai dengan tema Projek 2,yakni: Kearifan Lokal.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bapak Bibibit Subandria, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah (bapak Sigit Setyo Atmoko, S.Pd.,M.Pd., yang sedang mengikuti acara kedinasan di Disdikbudpora), dalam sambutannya menyatakan bahwa pihak sekolah mengakomodasi, mendukung, dan memfasilitasi kegiatan Projek 2 P5 karena merupakan kegiatan intrakurikuler yang diamanatkan dalam Kurikulum Merdeka. “Kegiatan dalam Projek 2 P5 ini sesuai dengan visi dan misi sekolah,” imbuh pak Bibit.
Untuk melatih siswa membuat aneka besek dan keranjang ikan, Tim Pelaksana Projek 2 mendatangkan fasilitator dari luar sekolah, yang semuanya dari Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Mereka adalah 1. Bu Rini (dari Dusun Bungas, Fasilitator Kelas VII A), 2. Bu Bibit Lestari (dari Dusun Bungas, Fasilatator Kelas VII B), 3. Bu Karsini (dari Dusun Demangan, Fasilitator Kelas VII C), 4. Bu Rukanti (dari Dusun Demangan, Fasilitator Kelas VII D), dan 5. Bu Surijah (dari Dusun Demanan, Fasilitator Kelas VII E). Demikian yang diinfokan oleh bu Fitriani Luluk, S.Pd., selaku Sekretaris Tim Pelaksana Projek 2 P5.
Dalam pengamatan penulis, proses pembuatan aneka besek dan keranjang ikan berlangsung lamban. Dalam 1-2 hari, belum ada produk anyaman bambu yang terselesaikan. Sebagian siswa, khususnya anak laki-laki, tampak enggan melaksanakan tugas yang diberikan. Mungkin, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang sudah sangat biasa dalam keseharian. Barulah pada hari ketiga, mulai tampak ada besek dan keranjang ikan yang dihasilkan siswa. Dan, pada dua hari menjelang penutupan, semua besek dan keranjang ikan yang ditugaskan siswa selesai semua. Ternyata, pembuatan besek dan keranjang masih diminati meskipun membosankan bagi sebagian siswa.
Sehari menjelang penutupan, siswa mendiskusikan menu makanan dan minuman tradisional untuk ditempatkan pada besek-besek yang telah mereka buat. Kemudian, mereka menyiapkan tempat untuk ekspo.
Pada hari terakhir, siswa menyiapkan ekspo sajian makanan dan minuman tradisonal di dalam besek-besek dan gelas-gelas yang mereka persiapkan di atas meja-meja yang telah ditata dan dihias sedemikian rupa. Hasil pekerjaan siswa dinilai oleh Tim Penilai (bapak Bambang Sudewa, S.Pd. dan ibu Desy Shinta Ediana Putri, S.Pd.) serta dikunjungi oleh Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas dari Disdikbudpora Kabupaten Semarang, bapak Rahmat Dhoni Wiryatmo, S.Pd., M. Pd. (Antonius Sapto Yunarso, S.Pd. - November 2023)