Kurikulum Merdeka merupakan Kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Capaian Pembelajaran dengan menyusun kurikulum operasional dan rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik maka pembelajaran harus dengan cara berdiferensiasi.
Penulis dan peserta didik
Kurikulum Merdeka merupakan Kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Capaian Pembelajaran dengan menyusun kurikulum operasional dan rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik maka pembelajaran harus dengan cara berdiferensiasi.
Menurut Kristiani, dkk (2021), pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana siswa dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya.
Kebutuhan belajar murid dapat dikategorikan berdasarkan 3 aspek, antara lain satu Kesiapan belajar (readiness), Wasty Soemanto (2012) mengatakan ada orang yang mengartikan readiness sebagai kesiapan atau kesediaan seseorang untuk berbuat sesuatu. Seorang ahli bernama Cronbach memberikan pengertian tentang readiness sebagai segenap sifat atau kekuatan yang membuat seseorang dapat bereaksi dengan cara tertentu. Kedua Minat belajar siswa, Donni Juni Priansa (2014) merupakan sebagai kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan besar terhadap sesuatu hal. Minat belajar siswa merupakan aspek kepribadian, yang menggambarkan adanya kemauan, dorongan yang timbul dari dalam diri individu untuk memilih objek yang sejenis. Minat belajar siswa adalah suatu kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Ketiga Profil Belajar, mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. Setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Misalnya gaya belajar, gaya belajar ada tiga antara lain visual adalah belajar dengan melihat; auditori adalah belajar dengan mendengar; kinestetik adalah belajar sambil melakukan.
Menurut Mulyasa (2006), berpendapat bahwa mata pelajaran adalah sesuatu yang megandung pesan pembelajaran baik berupa khusus maupun umum. Informatika merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang pengolahan informasi menggunakan teknologi komputer. Informatika melibatkan studi tentang sistem informasi, desain dan pemrograman software, jaringan komputer, dan pengembangan teknologi informasi.
Pembelajaran Informatika tentang Hardware Computer kelas VII di SMP Negeri 2 Pabelan Kabupaten Semarang telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di mana guru memenuhi kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Dengan cara melihat kesiapan belajar murid, minat belajar murid, dan profil belajar murid. Ada salah satu perspektif yang digunakan untuk menentukan tingkat kesiapan murid yaitu Informasi bersifat mendasar dan bersifat transformative. Menciptakan situasi pembelajaran yang menarik perhatian murid (misalnya dengan ice breaking, humor, meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar). Memetakan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan profil belajar (misalnya gaya belajar secara visual, auditori, kinestetik).
Pembelajaran berdiferensiasi tentang hardware computer dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, guru melakukan salah satu strategi pembelajaran berdiferensiasi proses dimana seorang guru dapat memberikan instruksi yang tepat kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, penilaian berkelanjutan selama pembelajaran juga akan membantu guru dalam memahami apakah setiap siswa telah belajar dengan kemampuan terbaik mereka atau tidak. Dan yang kedua diferensiasi produk, dimana hasil pekerjaan yang harus ditunjukkan oleh peserta didik kepada guru berupa teks atau tulisan, gambar, dan tabel yang mencerminkan pemahaman materi yang diajarkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Pembelajaran dengan metode berdiferensiasi, peserta didik merasa lebih dihargai, diperhatikan dan didengarkan karena materi dan aktivitas sesuai dengan tingkat pemahaman mereka sendiri. Hal ini akan membawa dampak baik untuk meningkatkan motivasi peserta didik berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Sehingga anak - anak merasa well-being di sekolah.
Oleh : Titik Setyaningsih, S. Kom