PEMERIKSAAN BOS 2022 SMPN 2 PABELAN BERJALAN LANCAR

Suasana masih pagi ketika dua Bendahara Keuangan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri 2 Pabelan menghadiri Undangan Bagian Keuangan Disdikbudpora Kabupaten Semarang di aula baru Disdikbudpora. Mereka adalah Ibu Ana Dewi Yeniastuti, S.M. dan asistennya Ibu Sri Sumarni, A.Md. Keduanya ditugasi Kepala Sekolah, Sigit Setyo Atmoko, S.Pd. M.Pd. untuk melaksanakan menurus dan mengelola BOS.

Pemeriksaan BOS 2022

Suasana masih pagi ketika dua Bendahara Keuangan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP Negeri 2 Pabelan menghadiri Undangan Bagian Keuangan Disdikbudpora Kabupaten Semarang di aula baru Disdikbudpora. Mereka adalah Ibu Ana Dewi Yeniastuti, S.M. dan asistennya Ibu Sri Sumarni, A.Md. Keduanya ditugasi Kepala Sekolah, Sigit Setyo Atmoko, S.Pd. M.Pd. untuk melaksanakan mengurus dan mengelola BOS. Menurutnya keduanya mempunyai latar belakang yang cukup untuk mengemban kepercayaan. Tak lupa kejujuran dan keterbukaan merupakan kunci ditambah lagi perencanaan yang matang tentunya. Tak hanya itu, motivasi selalu disampaikan setiap ada kegiatan.

Hari ini mereka diantar Isnupraba, S.Pd. ke dinas untuk menjalani verifikasi BOS untuk SPJ Tahun 2022 yang biasanya terakhir dilakukan di bulan Desember. Dokumen dan perangkat verifikasi disiapkan sejak beberapa minggu lalu. Kerja cekatan, tangkas, dan selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah maupun wakil kepala sekolah serta berbagai urusan sudah mereka lakoni. Tak hanya itu relasi dan rekanan yang terkait pun sangat membantu atas kelancaran kerjanya.

Konsep managemen is learning sedikit demi sedikit diterapkan Kepala Sekolah. Tak asal beliau menerapkan pola-pola manajemen. Semua pasti ada alasan atau latar belakangnya. SMP di Jembrak itu kini berada pada masa-masa transisi dan perlu suksesi. Betapa tidak, para guru atau pegawai era 60-an sudah pensiun dan akan pensiun. Sementara yang muda-muda mulai berdatangan. Apabila saat sekarang tidak dilakukan persiapan, khawatir pada masa mereka benar-benar purna sumber daya yang ada belum dan bahkan tidak mempunyai pengalaman yang cukup. Untuk itu kerelaan dan semangat belajar mestinya dimiliki seorang guru maupun pegawai. Untuk itu, kepala sekolah memulai menyiapkan SDM pelaksana sesuai dengan latar yang dimiliki. Bendahara salah satunya.

Kiranya tak keliru orang nomor 1 di sekolah itu memilih Ana Dewi panggilan akrabnya mengemban amanah ini. Mantan sekrestasi Desa Semowo itu sangat berpengalaman menangani peng-SPJ-an. Ditambah tenaga muda dengan latar pendidikan akutansi Mbak Marni benar-benar mampu menjalankan tugas dengan baik. Dalam konsep ini, menurut kepala sekolah perlu pemberian kesempatan kepada generasi muda agar nanti ia siap menjalankan amanah pada saat yang dibutuhkan. Bukan individualis dan kerja tanpa tantangan dan resiko. 

Setelah penjelasan umum dari Kepala Disdikbudpora Kab Semarang, Bapak  Sukaton Purtomo Priyatmo, S.H., M.M. dan manajer BOS Bapak Gogo Widyatmoko, S.Pd., M.Pd. mereka dikelompokkan dalam beberapa kelompok untuk melakukan verifikasi dan pemeriksaan sesuai dengan jumlah auditor. Mas Ayub menjadi verifikator tim BOS Gridupa Prigel, sementara Mas Budi segmen aplikasi ARKAS. Kegiatan ini dilakukan secara rutin agar Disdikbudpora mendapat kepastian bahwa pelaksanaan pertanggungjawaban para bendahara BOS sudah sesuai dengan petunjuk regulasi seperti permen maupun juknis. Selain itu, upaya ini tentu akan meminimalkan temuan pada kala diperiksa atau diaudit pihak eksternal seperti Inspektorat, BPK, maupun pihak lain. Tentu upaya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai predikat puncak pemeriksaan keuangan dapat diraih. Apalagi Kab Semarang merupakan daerah peraih WTP lebih 12 kali. Pasti peran Disdibudpora tidak dapat dipandang sebelah mata dan membawa motivasi tersendiri.

Meneropong pagu awal untuk tahun 2022, pemeriksa mengecek data terkait siswa dan kesesuaian dengan yang ditrasfer. Berikutnya komponen demi komponen teperiksa beserta bukti pendukung. Beberapa hal dijadikan bahan catatan untuk kelengkapan dan kesempurnaan. Tak ada gading yang tak retak. manuasi memang bukan mahkluk sempurna. Namun, semuanya masih dapat ditolernasi dan direvisi sesuai petunjuk yang ada. Pemeriksa yang solutif dan pemberian petunjuk yang menyejukkan merupakan penyemangat bagi mereka. Pesan kepala sekolah agar bertugas lurus, jujur, terkoordinasi dengan baik. Komunikasi tentu menjadi kunci. Dengan sistem ARKAS dan SIPlah pengganti SimBOS pengelolaan dana-dana pemerintah semakin lebih transparan, tanggng jawab, dan meminimalkan penyimpangan. Beberpa waktu mereka bersama pemeriksa akhirnya sampai pada simpulan bahwa SPJ bisa dosempurnakan sesuai dengan sedikit catatan yang diberikan. Berjalan lancar tak menemui kendala fatal dan berarti.

SSA


 




AGENDA
LINK TERKAIT