PROJEK KE 3 KEARIFAN LOKAL DENGAN TEMA “ PENDAYAGUNAAN MEDIA BAMBU DALAM KREATIVITAS BUDAYA LOKAL”

Project ke 3 SMPN 2 Pabelan

Kepala Sekolah

Budaya dan kearifan lokal adalah kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan agar tidak punah dan hilang dimakan zaman. Generasi muda sepatutnya bangga dengan khazanah budaya Indonesia yang kaya dan beragam. E. B Taylor mendefinisikan budaya sebagai suatu keseluruhan kompleks yang pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hokum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lain yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Sedangkan kearifan lokal dimaknai sebagai ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat lokal yang diwariskan turun temurun. Kearifan lokal juga diartikan sebagai kebijaksanaan atau pengetahuan asli suatu masyarakat yang berasal dari nilai luhur tradisi budaya untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Kearifan lokal merupakan pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu, mengenal lingkungan alam tempat mereka tinggal. Pandangan hidup ini biasanya adalah pandangan hidup yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun. 

Kemajuan teknologi yang begitu pesat berdampak di semua bidang kehidupan. Tidak dipungkiri berbagai budaya dari luar  masuk dan mempengaruhi sikap dan perilaku generasi muda dengan begitu cepat. Bila hal ini tidak disaring dan dipilah maka budaya luar terus menggerus dan menghilangkan budaya asli bangsa. Salah satu cara untuk membendung budaya luar yang negatif adalah dengan memasukkan budaya dan kearifan lokal di dalam kurikulum Pendidikan. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia adalah generasi muda, dimana saat ini mereka ada di bangku sekolah. 

Selaras dengan tujuan di atas, pemerintah melalui program kurikulum merdeka membuat terobosan pembelajaran berbasis projek (Project Based Leraning) yang disebut dengan projek penguatan profil pelajar pencasila (P5). Hal ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 yaitu Rencana Strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 tentang Profil Pelajar Pancasila. Projek ini nantinya ditampilkan dalam sebuah unjuk karya seperti pentas seni, karya tulis, film pendek, poster, video ataupun unjuk kreativitas lainnya. Ini merupakan bentuk implementasi kurikulum merdeka yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Maka untuk mewujudkan projek penguatan profil pelajar Pancasila, pada kesempatan hari ini Senin, 13 Maret 2023 SMP Negeri 2 Pabelan melaksanakan projek yang ke-3 kearifan lokal yang bertemakan “ Pendayagunaan Media Bambu dalam Kreativitas Budaya Lokal”. Bapak Sigit Setyo Atmoko, S.Pd., M.Pd. Selaku kepala sekolah beserta penanggung jawab projek ini resmi membuka projek yang ke-3 ini. Beliau menyampaikan dalam pidatonya bahwa ” sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib melestarikan melestarikan budaya nenek moyang kita sebagai contoh pada projek ini kalian diminta untuk membuat kerajian keranjang pindang dan membuat olahan makanan maupun minuman tradisional” yang nantinya diharapkan agar murid-murid mengetahui budaya yang ada dilingkungan sekitar SMP N 2 Pabelan. Sebagai pemateri pada projek kearifan lokal ini, panitia projek mendatangkan narasumber dari luar yaitu ibu Sujatmi sebagai pemandu pembuatan keranjang pindang yang didampingi juga oleh bu Istiqomah, S.Pd. dan bu Latifah Nurul Aeni, S.Pd sebagai pemateri kedua. Adapun pemateri pembuatan makanan dan minuman tradisonal dipandu oleh ibu Susi Haryati, S.Pd. beserta ibu Eko Pratiwi, S.Pd. 

Pada projek kearifan lokal ini, murid-murid  akan diberikan akan diberikan waktu untuk melaksanakan tugasnya selama kuarang lebih 3 minggu. Pelaksanakan projek juga didampingi oleh bapak/ibu wali  kelas 7 beserta seluruh guru pengampu di kelas 7. Adapun penilai projek kearifan lokal ini yaitu ibu Desi Shynta  E P, S.Pd., ibu Ana Mustagfiroh S,Pd., dan ibu Nuranif Purnamasari, S.Pd.  Murid-murid setiap kelas akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas putra dan putri. Setiap murid wajib membuat 5 buah keranjang dan membuat olahan makanan/minuman tradisonal. Murid-murid juga wajib membuat hasil laporan kegiatan berupa foto, video dan karya tulis yang diunggah pada media sosial. 

-LNA-

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

AGENDA
LINK TERKAIT