Revitaliasasi lapangan upbasvol SMPN 2 Pabelan dimulai agar menjadi sarana olah raga yang mampu mengembangkan potensi peserta didik.
Revitalisasi Sara Olah raga untuk medukung Visi dan Misi SMPN 2 Pabelan
Tahun 2022 merupakan tahun dimulainya menyentuh pengembangan atau revitalisasi sara olah raga yang dimiliki SMPN 2 Pabelan (Gridupa Prigel). Upaya itu sebenarnya sudah jauh terpikirkan sejak kepala sekolah Sigit Setyo Atmoko, S.Pd., M.Pd. bertugas di sekolah lebih dari 500 siswa itu. Namun, baru di tahun ketiga dia menjabat mulai dapat direliasaikan. Maklum msih banyak yang butuh dikembangkan ketika pria berjanggut itu datang. Skala priorotas dan kepastian berbasis data menjadi dua hal yang menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan.
Lebih dari tiga tahun ia bersama tim sarpras, yang sekarang digawangi Pak Dastono, S.Pd., M.Pd. memulai menggarap sarana olah raga itu. Selain berfungsi sebagai lapangan upacara dan kegiatan masal, lapangan yang direvitaliasasi juga berfungsi sebgai lapangan bola basket, bola voli, dan ruang parkit jika adakegiatan yang menghadirkan orang tua. Tentu ini menjadi perhatian khusus agar upaya revitalisasi mendukung visi dan misi sekolah yang tidak hanya mementingkan capaian akademik saja. Namun juga aspek nonakademik seperti kompetensi oralh raga dan seni yang dikembangkan.
Untuk tahap ini sekolah melalui tim sarpras menetapkan bahwa revitalisasi akan berlanjut mulai dari memperlayak lapangan upacara dan pembuatan tiang bendera berstandar. Selain itu juga terkorelasi dengan halaman ruang perpustakaan yang juga belum berlantai yang keras seperti cor maupun paving. Untu tujjuan itu diambilah putusan memanfaatkan pavig bekas sekitar lapangan lama untuk memaving halaman depan perpustakaan. Ini akan menghemat biaya dan yang jelas menghindari kemubadziran dengan memanfaatkan barang bekas yang masih berfungsi.
Perlu keberanian tersendiri mengambil keputusan yang kadang dipandang sebelah mata. namun, dengan tekad demi memperindah dan memajukan sekolah hambatan dan tantangan yang ada kan tersolusikan. Dari upaya itu, tak mustahil di antara 500-an siswa Gridupa Prigel ada yang berprestasi dan membawa nama baik sekolah. Sumber daya siswa yang potensial, sumber dana yang memadami, pembimbing yang cukup meripakan kolaborasi apik untuk menorehkan prestasi. Visi sekolah pun akan benar-benar terwujud. Tentu berkat dukungan semua pihak yang secara sadar dan butuh akan kemajuan dan kemampuan meraih prestasi. Dengan motto Prestasi, Religius, Inovatif, Gesit, Efektif, dan Loyal (PRIGEL), sekolah di desa Jembrak Pabelan itu akan diperhitungkan.
SSA