Beragam acara diadakan segenap Muslimin untuk menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Puncak acara biasanya berlangsung pada tanggal 12 Rabiul Awal. Begitupun dengan warga Gridupa, menyambut hari besar Islam ini dengan suka cita melalui serangkaian acara, dimulai dari pengadaan lomba- lomba seni islami dan ditutup dengan acara pengajian.
Beragam acara diadakan segenap Muslimin untuk menyambut dan memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Puncak acara biasanya berlangsung pada tanggal 12 Rabiul Awal. Begitupun dengan warga Gridupa, menyambut hari besar Islam ini dengan suka cita melalui serangkaian acara, dimulai dari pengadaan lomba- lomba seni islami dan ditutup dengan acara pengajian.
Pengajian yang dibawakan oleh Ustadz Karyadi pada Sabtu pagi di penghujung September 2023, tak hanya memberikan wawasan tentang asal muasal istilah “Maulud/Maulid”. Namun, pada kesempatan ini beliau mengungkapkan berbagai ‘kebagusan’ karakter Nabi Muhammad S.A.W. dan tentunya bertujuan untuk mengajak kita semuanya untuk meneladani karakter tersebut.
Setelah mengungkap arti kata Maulud dan Maulid, beliau menceritakan sejarah lahirnya Nabi Muhammad. Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. di Kota Makkah pada waktu itu, mengingatkan kita akan peristiwa besar, yakni penyerangan yang dilakukan oleh pasukan Abrahah dengan menunggangi gajah dan pada akhirnya mampu dilumpuhkan oleh pasukan burung Ababil dengan membawa dan melemparkan batu panas yang dibawanya dari neraka kepada pasukan Abrahah; kisah ini pun diabadikan dalam Q.S. al Fiil.
Berbagai karakter ‘jamil’ Nabi Muhammad S.A.W. telah ditampakkan semenjak beliau masih belia. Sifatnya yang lembut dan penyayang membuat orang di sekitarnya menjadi senang kepadanya. Selain itu, beliau juga menunjukkan sikap yang gemar membantu dan pandai dalam mengatur waktu, terbukti manakala Muhammad muda menggembala kambing milik pamannya, Abu Thalib. Sifat jujurnya pun menjadi sumber kepercayaan bagi para pedagang untuk menjalin kerjasama perdagangan dengan beliau, hingga kesohoran sifat amanahnya terdengar ke telinga sayyidah Khadijah dan berakhir pada perjanjian dagang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa mencintainya. Bukti cinta kita kepada beliau yaitu dengan meneladani berbagai sifat dan sikapnya yang dapat kita telusuri melalui berbagai hadist yang diriwayatkan oleh para sahabat. Ketika kita mampu untuk meneladani berbagai perilaku nabi, maka kita dapat tergolong menjadi umat yang akan masuk dalam surgaNya bersama beliau. Sebagaimana diriwayatkan dalam suatu hadist “ Barang siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku, maka aku bersamanya di surga”( HR at Tirmidzi, kitab al Ilmu, Bab Ma Jaa fil Akhdzi bi Sunnah Wajtinaab al Bida’, no. 2678.). Maka dari itu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengerjakan sunnahnya demi mencapai Ridla Allah S.W.T.
Oleh : Ainun Jariyah