SISWA SMP NEGERI 2 PABELAN IKUTI SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN PADA ANAK BERSAMA DINAS SOSIAL KABUPATEN SEMARANG

sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak bersama Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

Sosialisasi dari dinas sosial

            Bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Pabelan, pada hari Selasa tanggal 7 November 2023, sebanyak 25 siswa perwakilan dari kelas VII dan kelas VIII mengikuti kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak bersama Dinas Sosial Kabupaten Semarang. Hadir pada kegiatan tersebut Sekdin Dinas Sosial bapak Triyanta, S.E.,Kabid PPMKS Dinas Sosial bapak Suryono, S.H., M.M., dan Staf PPMKS Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

     Acara diawali pembukaan dengan bacaan basmallah yang dipimpin langsung oleh Pembawa Acara, ibu Istiqomah, S.Pd. Dilanjutkan acara ke-dua do’a oleh bapak Marga Nur Latif dari Dinas Sosial. Acara ke-tiga  menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dirigen Nabila Anggun Cahyani dari kelas VIIID. Acara ke-empat sambutan Kepala SMP Negeri 2 Pabelan yang diwakili oleh Waka Kesiswaan, bapak Dastono, S.Pd., M.Pd. Dilanjutkan acara ke-lima sambutan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang yang diwakili oleh Sekdin Dinas Sosial, bapak Triyanta, SE sekaligus membuka acara “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak Terhindar dari Masalah Hukum”. Dalam sambutannya bapak Sekdin memberi nasehat kepada anak-anak bahwa penyesalan itu adanya diakhir atau setelah terjadi. Agar tidak menjadi orang-orang yang merugi maka anak-anak harus menyayangi diri kamu sendiri, orang tua, teman, dan guru. Acara terakhir adalah penutup. Setelah acara pembukaan selesai dilanjutkan materi sosialisasi oleh bapak Riki Febriansyah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Pabelan.

    Menurut WHO Kekerasan terhadap anak adalah suatu tindakan penganiayaan atau perlakuan salah pada anak dalam bentuk menyakiti fisik, emosional, seksual, melalaikan pengasuhan dan eksploitasi untuk kepentingan komersial yang secara nyata atau pun tidak dapat membahayakan kesehatan, kelangsungan hidup, martabat atau perkembangnnya. Adapun bentuk kekerasan pada anak antara lain, kekerasan fisik, kekerasan psikis/emosi, kekerasan seksual, dan kekerasan sosial. Ironisnya pelaku kekerasan terhadap anak biasanya adalah orang yang memiliki hubungan dekat dengan anak, seperti orang tua, keluarga, teman sepermainannya sendiri dan guru yang seharusnya berperan sebagai penggantiorang tua saat anak berada di sekolah.

       Dampak kekerasan pada anak antara lain: 1. Pada fisik dapat menyebabkan penyakit menular, kehamilan yang tidak diinginkan, dan luka pada tubuh anak. 2. Pada mental dapat menyebabkan kecemasan, depresi, rendah diri, menyakiti diri sendiri, dan bunuh diri. 3. Pada kekerasan dapat menyebabkan membawa senjata tajam, konflik dengan hukum, kekerasan pada pasangan, dan perundungan. 4. Pendidikan dan ketenagakerjaan dapat menyebabkan sering bolos, menjadi pengangguran, dan sering berhutang. Beberapa cara menghindari kekerasan pada anak, antara lain: 1. Memberi anak pengetahuan mengenai cara melindungi diri. 2. Membangun komunikasi yang baik dengan anak. 3. Memaksimalkan peran sekolah. 4. Membekali anak dengan ilmu bela diri. 5. Segera melapor kepada pihak berwajib. Oleh bapak Riki Febriansyah, materi disampaikan dengan sangat menarik, kreatif, dan interaktif sehingga anak tidak jenuh dan bosan. Anak diajak melihat tayangan video dan bernyanyi. Syair lagu, mari bernyanyi sebagai berukut:

Sentuhan boleh

Sentuhan boleh

Kepala tangan kaki

Sentuhan tidak boleh

Sentuhan tidak boleh

Yang tertutup baju dalam

Hanya diriku hanya diriku

Yang boleh menyentuh

         Kemudian bapak Riki Febriansyah membimbing anak-anak diajak berjanji bersama sambil berangkulan dengan temannya. Hai sahabatku tercinta, sebelumnya terimakasih sudah menjadi temanku dan keluargaku di SMP Negeri 2 Pabelan. Sahabatku maafkan aku ya jika ada perkataanku yang salah, perbuatanku, tingkahku atau canda tawaku. Terima kasih atas semua kebaikanmu, senyummu, sapaanmu, canda tawamu, suka dukamu membuatku kokoh sampai saat ini. Sahabatku  aku minta tolong ya, ingatkan aku jika aku salah, jika aku menyakitimu,jika aku melukaimu, jika aku melupakanmu, tanpa kamu ingatkan pasti aku tidak akan tau, maka ingatkan aku, sahabatku mari kita bersama-sama berjanji, kita akan selalu bersama suka dan duka, saling mengingatkan, saling berbagi, saling peduli dan saling mengasihi, janji ya kita akan sukses bersama. Aku tahu besok kita akan bersama atau tidak tapi di masa ini aku ingin menikmati proses belajar bersama kalian. Sahabatku- sahabatku aku sayang kamu. Ini janji kita. Selanjutnya bapak Riki Febriansyah membagikan kertas kosong dan anak-anak diminta untuk menuliskan semua kejenuhan, kejengkelan, masalah-masalah yang mereka hadapi di sekolah maupun di keluarga. Setelah mengisi anak-anak mengumpulkannya. Hasil curhat anak melalui tulisan selanjutnya dirangkum oleh bapak Kabid PPMKS Dinas Sosial, bapak Suryono, S.E., MM. Anak-anak diberikan nasehat. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama bapak Kabid, para staf PPMKS dan semua siswa peserta sosialisasi Pencegahan Kekerasan anak.


Oleh: Istiqomah, S.Pd




 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

AGENDA
LINK TERKAIT