SMPN 2 PABELAN MULAI PROJEK PERTAMA

Sejumlah 176 peserta didik kelas VII yang tergabung dalam 5 rombobgan belajar memulai aktivitas pelaksanaan Projek dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di sekolah. Tema yang dipilih Gridupa Prigel tahun ini adfalah Suara Demokrasi, Kearifan Lokal, dan Bangunlah Raga dan Jiwanya. Kegiatan itu dimulai seusai apel Upacara 17an Oktober 2022.

Siswa Berdiskusi Persiapan Projek 1

Sejumlah 176 peserta didik kelas VII yang tergabung dalam 5 rombobgan belajar memulai aktivitas pelaksanaan Projek dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di sekolah. Tema yang dipilih Gridupa Prigel tahun ini adfalah Suara Demokrasi, Kearifan Lokal, dan Bangunlah Raga dan Jiwanya. Kegiatan itu dimulai seusai apel Upacara 17an Oktober 2022.

Untuk hari ini secara resmi dilakukan pembukaan perdana pelaksanaan projek pertama Suara Demokrasi dengan kegiatan Pemilihan Ketua OSIS. Kegiatan ini secara fakta telah dilaksanakan sejak 1 Oktober dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum. Berbagai pengetahuan dan materi terkait pemilu dijabarkan detail oleh narasumber ketua KPU Kab Semarang. Bahkan unduk mendukung hajat perdana dalam konteks penguatan profil pelajar Pancasila, KPU meminjamkan beberapa perangkat pemilu seperti kotak suara, bilik suara, dan membantu pengadaan kartu suara.

Langkah selannjutnya, para guru pengampu kelas VII berkolaborasi memberikan panduan kepada siswa untuk memulai kegiatan yang puncaknya 25 Oktober berupa pencoblosan. Perangkat yang perlu disiapkan di antaranya, selebaram poster, petunjuk alur pemilu ketua OSIS (Pilkaos), denah mencoblos, desain kartu suara, media penyampaian kampanye, denah pencoblosan, format penghitungan suara, dan upacara pelantikan pengurus terpilih.

Secara komprehensif, siswa dibimbing tim projek 1 yang terdiri guru-guru handal sekolah. Sedangkan siswa melaksanakan hajat demokrasi tingkat sekolah berupa pemilihan ketua OSIS yang harapannya sebagai gambaran nyata dari di masyarakat. Mereka setidaknya mempunyai pengalaman bertugas dan menyelenggarakan pemilu. Ini bagi mereka yang terlibat dalam kepanitiaan. Sedangkan siswa yang tidak terlibat, mereka akan mempunyai pengalaman saat dia menjadi pemilih baik pada pemilihan kepala desa maupun pemilihan lainnya seperti Pilkada dan pilres maupun pileg.

AGENDA
LINK TERKAIT