Kami baru saja hentikan Kijang coklat Pak Dastono di selatan lapangan Kadirejo masrkas anak-anak Bintang Pelajar Pabelan. Agak ragu Pak Dastono berujar, "Ini kelihatannya eumahnya." Ternyata dia tahu rumah Pak Untung tukang menyewakam genset. Benar dan terjawab keraguan kami, kami salah rumah. Ternyata yang kami tuju berada di samping rumah yang kami tuju. Kami balik memutar mobil legendarisnya.
Beberapa saat kusampaikan maksud kedatangan kami kepada sang tuan rumah. Tiba-tiba, nada ringtone ponsel ku yerdengar.
"Assalamu'alaikum, nggih Pak."
"Pak Sigit posisi di mana?" Pak Bambang menanyakan keberadaan kami.
"Ini di Kadirejo Pak..Gimana?" Tanyaku saat itu.
"Pak Budi rawuh Pak."
"Pak Budi siapa?" Tanyaku berikutnya.
"Pak Budi Utomo, PTK." Jawabnya kepadaku.
"O, Pak Budi. Ya suruh nunggu ni sudah selesai. Kami segera meluncur."
Kami tak lama di sana segera pulang ke kantor. Tak lebih 10.menit kami sampai di pintu gerbang sekolah kami..Kulihat Taruna ungu mobil Pak Budi Kasi PTK kami. O, belum pulang..Gumamku dalam hati. Bergegas sesudah Pak das menghentikan mobil, kutemui neliau di ruang kerjaku. "Assalamu'alaikum,.Pak Bu..
Lho ada Mbak Hesti dan Bu Nurul juga."
"Iya Pak Sigit. Ni tadi sengaja ke sini." Pak Bud menjelaskan.
"Iya Pak Sigit Langen jenengan ki. Sehat ya Pak Sigit?" Mbak Hesti menanyakan kabarku.
"Semangat ya Pak Sigit." Bu Nurul menimpali.
"Alhamdulillah,.saya sehat..Saya semangat.. Monggo-mongho pinarak." Kupersilakan mereka duduk di sudut ruanga kuning melonku.
Beberapa saat kami berbincang. Kami bertiga bersama Mbak Ana urusan kepegawaian dan Pak Bambang sie kurikulum kami. Saling kabar dan bercerita seputar kepegawaian.sekolah kami. Kami usulkan ada penambahan bantuan tenaga TU yang memang kurang dan sangat perlu. Sementara untuk tenaga guru kami laporkan sebentar lagi tepatnya Desember ini ada satu guru pensiun. Bahkan telah terbit SKnya,Mardiyana, S.Pd. Dirasa cukup, mereka berpamitan Karen akan ke Susukan..
Tamu kami di awal bulan ini. Alhamdulillah, semoga sinergi yang bagus semakin terkokohkan. Dalam benak hati, kemana rekan-rekan. Parkir masih penuh tanda mereka para guru dan pegawai masih berada di sekolah."Lho, Mbak Ana, di mana teman-teman kok Ndak kelihatan?"
"Kan ada rapat koperasi Pak."
"Astaghfirullah...., iya lupa saya." Jawabku sambil niat ke ruang IXE tempat rapat. Kuayunkan kedua kaki dengan sedikit terseokenaiki anak tangga bersamanya
Dan saya pun larut dalam suasana aura demokratis membahas AD/ART Koperasi sekolah kami. Setelah muter-muter bersama Pak Dastono terasa lapar tadi. E....kulihat di ruang rapat semua sudah tersedia...nasi Kotan sengan air minum Quaya.... Alhamdulilah.