PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PRAKTIKUM IPA

Penanaman pendidikan karakter pada siswa

Istiqomah,S.Pd (Guru IPA) SMPN 2 Pabelan

          Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai kebaikan kepada warga sekolah untuk mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja sama sebagai keluarga, masyarakat dan bernegara. Komponen dalam penanaman nilai-nilai kebaikan meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut (Darmiyati Zuchdi, 2010:3). Penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut agar menjadi manusia yang kamil.  

      Penguatan nilai karakter melalui mata pelajaran merupakan hal yang sangat penting yang akan menarik semangat siswa dalam belajar. Salah satunya melalui pratikum IPA. Materi IPA merupakan materi yang sangat sulit dan membutuhkan pemahaman yang sangat tinggi. Hal ini sangat membebani siswa sehingga bagi siswa tidak semuanya bisa menerima materi IPA. Kesulitan penerimaan materi IPA ini akan mengalihkan siswa pada hal-hal yang lain sehingga mereka merasa bosan atau sulit memahami materi IPA. Oleh karena itu perlu metode atau variasi dalam mengajar IPA salah satunya dengan praktikum. Praktikum IPA merupakan hal yang menarik bagi siswa karena dengan praktikum siswa membuktikan sendiri teori-teori IPA dan itu akan lebih membuat siswa terkesan selalu dalam ingatannya.  

      Dalam kurikum 2013 bertujuan untuk mengubah sikap siswa agar lebih santun, melalui pendidikan karakter didalamnya, yang artinya dalam pembelajaran siswa diajarkan memiliki sikap dan mental yang terpuji sehingga ilmu pengerahuan akan terserap dengan baik dan menjadikan siswa menjadi pribadi yang bersih. Di kurikulum 2013 ada empat  kompetensi inti (KI) yang berisi  tentang  (KI 1) nilai religius, (KI 2) nilai sosial kemanusiaan, (KI 3) berisi pengetahuan, dan  (KI 4) berisi proses pembelajaran. Pendidikan karakter pada mata pelajaran IPA di SMP tertuang dalam LKPD. LKPD menurut Trianto (2011) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang didalamnya berisi petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKPD dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi. Misalkan dalam praktikum pencemaran, nilai karakter yang dapat dikembangkan adalah peduli lingkungan, menghargai mahluk hidup, disiplin dalam membuang sampah.

      Sikap ilmiah dalam praktikum antara lain sikap jujur. Ketika siswa  mengambil data maka harus jujur terhadap data yang diambil, artinya siswa tidak diperkenankan untuk memanipulasi data meskipun data yang diperoleh tidak sesuai dengan teori. Apabila siswa memaknai sikap ini, maka jujur akan senantiasa melandasi sikapnya dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya dibawa sampai pada masa dewasa yang akan membentuk karakter siswa. Prosedur praktikum atau langkah-langkah ilmiah mengajarkan pada siswa bagaimana mereka harus belajar sesuai langkah-langkah, jika mereka tidak sesuai dengan langkah-langkah tersebut maka mereka akan menemukan permasalahan baru. Konsep ini menunjukkan karakter jujur atau amanah sehingga dalam praktikum IPA memunculkan nilai-nilai karakter. Dalam kerja kelompok akan memunculkan karakter kerja sama dan saling menghargai.

      Dari uraian tersebut tampak bahwa pembelajaran dengan praktikum mampu memberikan kontribusi dalam membangun karakter siswa. Adanya pembentukan sikap yang baik dari siswa diharapkan dapat membentuk karakter yang baik pula, sehingga diharapkan dapat membangun kehidupan bangsa yang lebih berhasil. Karena keberhasilan suatu bangsa dapat dicerminkan melalui kualitas sumber daya manusia di dalamya.

Oleh Istiqomah, S.Pd.

AGENDA
LINK TERKAIT